Category Archives: Flash
Vrooom!
Keringat sudah membutir banyak di seluruh wajahnya. Dia terbangun dengan tiba-tiba dari tidurnya, kedua telinganya masih belum mau lepas dari telapak tangannya. “Aku harus cepat keluar dari kota ini” Batinnya. … “Arrggh!” Mimpi buruk kembali menghantuinya, tubuhnya kembali lunglai di
Vrooom!
Keringat sudah membutir banyak di seluruh wajahnya. Dia terbangun dengan tiba-tiba dari tidurnya, kedua telinganya masih belum mau lepas dari telapak tangannya. “Aku harus cepat keluar dari kota ini” Batinnya. … “Arrggh!” Mimpi buruk kembali menghantuinya, tubuhnya kembali lunglai di
Rindu Hujan
“Mungkin matahari begitu takut pedih, gelembung sabun tak pernah sampai mencium pipinya.” Lain waktu kau mengucap ini juga, “Mungkin begitu rindunya langit dengan tanah. hujannya begitu sedih.” Beberapa bocah di kampung — termasuk aku– memulainya, terus menerus mengaduk air sabun
Rindu Hujan
“Mungkin matahari begitu takut pedih, gelembung sabun tak pernah sampai mencium pipinya.” Lain waktu kau mengucap ini juga, “Mungkin begitu rindunya langit dengan tanah. hujannya begitu sedih.” Beberapa bocah di kampung — termasuk aku– memulainya, terus menerus mengaduk air sabun
Hadiah Untuk Sinterklas
#10 #hadiah Pohon natal, lampu gemerlap, kaos kaki yang menggantung sudah menghiasi kamarnya. Semenjak dulu dia tidak pernah mendapatkan hadiahnya sendiri. Sekarang dia sakit-sakitan di ranjangnya, sendiri juga, masih menanti hadiah. “Kenapa aku tidak pernah dapat?” Keluhnya. Mungkin karena
Hadiah Untuk Sinterklas
#10 #hadiah Pohon natal, lampu gemerlap, kaos kaki yang menggantung sudah menghiasi kamarnya. Semenjak dulu dia tidak pernah mendapatkan hadiahnya sendiri. Sekarang dia sakit-sakitan di ranjangnya, sendiri juga, masih menanti hadiah. “Kenapa aku tidak pernah dapat?” Keluhnya. Mungkin karena
Anak Hilang
@maulaali Di luar rumah. Seorang bocah memungut sebongkah batu, memegangnya kuat-kuat, lalu sebuah tiang di depannya dipukul-pukulnya. Ting..ting..ting, udara bergetar tak karuan masuk ke lorong telinga. Percakapan di kabel telepon beterbangan sana-sini, sebagian jatuh di dekat kakinya. Ada yang nyangkut
Anak Hilang
@maulaali Di luar rumah. Seorang bocah memungut sebongkah batu, memegangnya kuat-kuat, lalu sebuah tiang di depannya dipukul-pukulnya. Ting..ting..ting, udara bergetar tak karuan masuk ke lorong telinga. Percakapan di kabel telepon beterbangan sana-sini, sebagian jatuh di dekat kakinya. Ada yang nyangkut
Air Langit
“Semua orang pernah melihat hujan, sedang aku?!” Bulan sepertinya mendadak sabit, air muka Dirga berubah surut, obrolan romantis yang dibangun pecah belah ombak kecil. Impian menyunting kekasih hatinya itu terbawa pecahan kapal yang menjauhi pantai. “Aku ingin hujan, bawakan benda
Air Langit
“Semua orang pernah melihat hujan, sedang aku?!” Bulan sepertinya mendadak sabit, air muka Dirga berubah surut, obrolan romantis yang dibangun pecah belah ombak kecil. Impian menyunting kekasih hatinya itu terbawa pecahan kapal yang menjauhi pantai. “Aku ingin hujan, bawakan benda
I.D.E
“jadi idenya…” Obrolan serius di sebuah ruang keluarga dengan karpet krem membentang, di sana masih terlihat kehangatan, walau sejak lama tuannya menikah lagi. “…Lalu, bagaimana menurutmu?” Terdiam dengan kertas dan pensil. Lalu tangannya seperti mata, menangkap sesuatu. Suara tenor menyusul
I.D.E
“jadi idenya…” Obrolan serius di sebuah ruang keluarga dengan karpet krem membentang, di sana masih terlihat kehangatan, walau sejak lama tuannya menikah lagi. “…Lalu, bagaimana menurutmu?” Terdiam dengan kertas dan pensil. Lalu tangannya seperti mata, menangkap sesuatu. Suara tenor menyusul
BAYARAN
“Besok, satu lagi ya Mam?” Pintanya manja padaku. Jajaran pot-pot hitam dengan kaktus kecil ada di meja samping ranjangnya, semua hampir berbunga. Dan aku baru tau kalau kaktus berbunga. Merah jambu, lucu. Awal bulan menyesakkan, Adhi menangis, aku tak membawa
BAYARAN
“Besok, satu lagi ya Mam?” Pintanya manja padaku. Jajaran pot-pot hitam dengan kaktus kecil ada di meja samping ranjangnya, semua hampir berbunga. Dan aku baru tau kalau kaktus berbunga. Merah jambu, lucu. Awal bulan menyesakkan, Adhi menangis, aku tak membawa